Cingambul, 02-11-2025 – Pesantren Persis 297 Cingambul kembali menggelar kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Asatidz pada akhir pekan ini sebagai ajang memperkuat semangat perjuangan dan kesamaan visi di kalangan para guru. Acara tersebut diisi dengan taujih inspiratif dari dua pemateri utama, yakni Ustadz Jajang Munjali, S.Pd.I., dan Ustadz Hikmat Gumilar, S.Pd.I. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para asatidz untuk memperbarui niat, memperdalam komitmen dakwah, dan memperkuat ukhuwah di lingkungan pesantren.

Dalam pemaparannya, Ustadz Jajang Munjali menekankan bahwa tugas guru di pesantren sejatinya adalah bentuk jihad di jalan Allah. Ia mengingatkan bahwa “tinta seorang ulama sama dengan pedang para mujahid,” menggambarkan betapa mulianya perjuangan para pendidik. Menurutnya, jihad dalam pendidikan membutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta orientasi ukhrawi. “Jika mengajar di pesantren hanya mengharap ridha Allah, maka Allah-lah yang akan menjamin,” tegasnya. Ia juga mengajak para guru untuk menanamkan cinta karena Allah, sebab cinta yang tulus akan membukakan mata hati dalam berjuang dan mendidik.

Sementara itu, Ustadz Hikmat Gumilar menyampaikan pentingnya penanaman iman dan adab dalam proses pendidikan. Ia mengutip pernyataan Dr. Adian Husaini bahwa “iman bukan diajarkan, tetapi ditanamkan,” dengan menekankan metode dialog dan waktu yang tepat dalam menyampaikan nasihat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bergantung pada suasana hati yang tenang dan kesamaan mindset antar guru. Ia menutup dengan pesan reflektif bahwa ketidaksamaan visi dan kelalaian menjalankan hasil musyawarah menjadi faktor kegagalan lembaga pendidikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh semangat, keikhlasan, dan kebersamaan para asatidz dalam mengemban amanah pendidikan di Pesantren Persis 297 Cingambul.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *